Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Di Sekolah Alam Gaharu Baleendah Kabupaten Bandung

Qisti Maulidi Putri Buana. B1A150021. Program Studi Pendidikan Geografi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bale Bandung. 2019.

ABSTRAK

Proses pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dalam pelaksanaannya proses pembelajaran didukung oleh metode pembelajaran, model pembelajaran, alat dan bahan pembelajaran serta lingkungan pembelajaran yang kondusif sebagai tempat belajar siswa. Namun, tidak semua sekolah memiliki karakteristik yang sama terhadap lingkungan belajarnya. Seperti halnya sekolah-sekolah alternatif seperti sekolah alam menawarkan konsep pembelajaran yang berbasis alam sebagai lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur lingkungan apasaja yang dipakai sebagai sumber belajar di sekolah alam gaharu dan bagaimana pemanfaatannya serta bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku peduli lingkungan siswa Sekolah Alam Gaharu.

Metode yang dilakukan di penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan cara observasi di lapangan dan pengisian kuisioner oleh beberapa sampel. Dari 144 populasi, diambil 14 orang sebagai sampel. Semua data yang berbentuk kuantitatif hasil dari informasi yang didapat oleh penulis, akan diolah dan dianalisis dengan analisis data kuantitatif. Langkah yang akan penulis lakukan dalam melakukan pengolahan data yaitu dengan cara mengidentifikasi data yang diperoleh, mengklasifikasi dan selanjutnya di analisis untuk memperoleh suatu kesimpulan dari penelitian penulis.

Berdasarkan hasil penelitian, secara umum dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar  merupakan cara yang paling efektif untuk mengembangkan cara berpikir kritis peserta didik. Unsur lingkungan yang digunakan sebagai sumber belajar di sekolah alam gaharu serta pemanfaatannya adalah unsur biotik yaitu hewan (mengamati karakteristik hewan, melihat pertumbuhan ayam, memberi makan, membersihkan kandang, menyembelih hingga memasaknya (farm to table)), tumbuhan (macam-macam tumbuhan, menanam, merawat hingga memanen sayur&buahnya), microorganisme (membuat pupuk kompos). Unsur abiotik (mengamati bentang alam yang ada di sekitar sungai dan situ, menyusuri sungai, mengamati cuaca). Dan unsur sosial budaya (bersatu dengan beragam macam orang yang ada di sekolah alam gaharu, kegiatan shodaqah, mengamati beragam macam pekerjaan)

Kata kunci: sekolah alam, deskriptif kuantitatif, farm to table