Tataniaga Bawang Daun Di Desa Resmitingal Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung

Noor Utomo,Ir., MP. Dan Lily Sumarti, SP., MP. Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Bale Bandung. 2019.

ABSTRAK

Sistem pemasaran dikatakan efisien apabila memenuhi dua syarat yaitu mampu menyampaikan hasil-hasil dari petani produsen kepada konsumen dengan biaya semurah-murahnya, dan mampu mengadakan pembagian yang adil bagi seluruh harga yang dibayarkan oleh konsumen terakhir dalam kegiatan produksi. Marjin pemasaran adalah perbedaan harga bawang daun atau selisih harga bawang daun yang dibayar konsumen akhir dengan harga yang diterima petani sebagai produsen. Marjin pemasaran meliputi biaya dan keuntungan pemasaran. Pola saluran pemasaran yang paling umum dilakukan petani bawang dau di Desa Resmitingal adalah: petani→ pengepul→ pengecer→ konsumen akhir. Berdasarkan hasil analisa efisiensi pemasaran, dapat disimpulkan bahwa marjin pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran sudah efisien, karena berada pada kisaran 0-33%. Sedangkan farmer’s share sebesar 79,54%, hal ini sudah efisien karena jauh lebih besar dari marjin pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran.

KLIK DISINI untuk mengunduh