Hasil Penelitian Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bale Bandung

Karya Tulis Ilmiah yang merupakan Hasil Penelitian Berjudul MANFAAT PROGRAM CITARUM HARUM TERHADAP MASYARAKAT DALAM MENGATASI KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP DI BANTARAN SUNGAI CITARUM, ditulis Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Bale Bandung, Wini Fetia Wardhiani, S.T, M.EP, dan Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bale Bandung, Rifi Rivani Radiansyah, S.IP, M.Si.

ABSTRAK

Sungai Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat yang aliran DAS nya
melintasi 11 Kabupaten/Kota. Potensi bahwa sungai citarum pada kenyataannya dapat
mengalirkan ari baku untuk kebutuhan domestik yang cukup besar, yakni untuk kurang
lebih 27 juta penduduk, seperti kebutuhan berupa air baku untuk air minum, untuk
irigasi ratusan ribu hektare sawah, serta untuk pembangkit listrik untuk Pulau Jawa dan
Bali. Maka dari itulah, pantas saja jika dikatakan bahwa sungai citarum sudah seperti
kehidupan bagi penduduk di Jawa Barat dan di DKI Jakarta beserta daerah lainnya.
Dengan potensi dan kelebihannya tersebut, Sungai Citarum pada faktanya
sekarang ini masih belum dapat digunakan secara optimal dan layak untuk kebutuhan
masyarakat umum. Alih-alih menjadi sungai yang dapat digunakan sebagai kebutuhan
primer masyarakat,sungai citarum justru malah lebih akrab dengan sampah dan limbah
industri dari masyarakat sekitar ketimbang digunakan untuk kebutuhan hidup.
Tercemarnya sungai citarum memang memberikan reaksi pemerintah untuk
menindaklanjuti bagaimana cara untuk menanggulangi maupun mengatasi kerusakan
lingkungan hidup terutama sungai citarum dari waktu ke waktu. Beberapa program
untuk mengatasi sungai citarum dicanangkan dari tahun 1989-2013.
Namun, dengan berjalannya program-program tersebut pada kenyataannya
cenderung menunjukan bahwa kondisi citarum belum ada perubahan apapun yang
signifikan. Hingga, di tahun 2018 pemerintah pusat kembali mencanangkan program
Citarum Harum. Tujuannya yakni untuk merevitalisasi sungai citarum. Yang menjadi
persoalannya dengan program yang tentu akan menghabiskan dana cukup besar tersebut
apakah akan memberikan manfaat yang signifikan terhadap masyarakat di sekitaran
bantaran sungai citarum ? Maka dari itulah, dengan potensi persoalan tersebut, menjadi
daya tarik yang sangat menarik untuk ditelaah dan diteliti lebih lanjut, terutama yang
berkenaan dengan manfaat dari program tersebut. Pada penelitian ini, peneliti
menggunakan metode penelitian Mixed Method. Yakni peneliti mencoba untuk
menggunakan dua metodologi antara kualitatif dan kuantitatif untuk menghasilkan data
analisis yang cukup konkrit untuk menjawab persoalan yang ada.

KLIK DISINI untuk mengunduh