Hasil Penelitian Dosen Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bale Bandung

Karya Tulis Ilmiah yang merupakan Hasil Penelitian Berjudul PERILAKU PENYALAHGUNAAN OBAT PADA REMAJA
USIA 15-20 TAHUN DI SMA KECAMATAN CIPARAY KABUPATEN BANDUNG
, ditulis oleh Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bale Bandung, Siti Solihat Holida, S.Kp., M.M. dan dibantu oleh seorang mahasiswa bernama Dwi Nur Fitriani.

ABSTRAK

Menurut Rce, 1999 dikutip dalam jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2, Desember 2006 “Alasan seorang remaja untuk mulai mencoba napza dapat bersifat ekternal maupun internal. Hal-hal eksternal dapat berupa penyalahgunaan napza oleh
teman sebaya maupun keluarga. Sedangkan faktor-faktor internal yang menjadi alasan umum untuk penyalahgunaan napza antara lain: rasa ingin tahu, pemberontakan atau ekspresi dari ketidakpuasan terhadap norma, nilai dan
tekanan dari lingkungan sosial, untuk kesenangan semata-mata, untuk meredakan ketegangan dan kekhawatiran, atau untuk menghadapi masalah. Dari data statistik Badan Nasional Narkoba -RI diketahui bahwa 15.000 orang Indonesia meninggal setiap tahunnya akibat mengkonsumsi napza. Selain itu, penyalahgunaan napza di Indonesia semakin banyak dimulai berkisar pada usia 10 tahun, pada umumnya korban berusia 15 sampai 25 tahun yakni remaja. Dalam arti, remaja menjadi sasaran utama dari kejahatan penyalahgunaan napza. SLTA berada pada urutan pertama dibandingkan dengan SD,SLTP dan perguruan tinggi pada tahun 2008-2012. Jumlah tersangka narkoba selama tahun 2007-2011 berdasarkan tingkat pendidikan, yaitu sebanyak 11,8% anak SD, sebesar 23,7% anak SMP dan sebesar 61,9% anak SMA. Kenakalan remaja dalam dasawarsa terakhir, semakin marak. Dan diperkirakan 40-50 orang perhari mninggal akibat narkoba. Menurut BNN (2012) jumlah kasus narkoba sejak 2007-2011, berdasarkan jenis yang terbanyak adalah Shabu (Meth) sebanyak 40.612 kasus. Selain jenis narkoba shabu adalah kasus Ganja merupakan urutan kedua sebanyak 39.305 kasus, menyusul kasus Miras sebanyak 38.445 kasus. Sedangkan jumlah kasus narkoba
berdasarkan golongan yang terbanyak adalah kasus Narkotika, yaitu sebanyak 69.402 kasus, Bahan Aditif sebanyak 39.164 kasus, dan Psikotropika sebanyak 30.663 kasus. Fokus Penelitian diarahkan Untuk menjelaskan atau
menggambarkan permasalahan yang sudah di uraikan diatas, maka peneliti memfokuskan penelitian ini terhadap faktor-faktor penyalahgunaan obat untuk mengetaui penyebab, jenis obat-obatan yang dipakai dan cara penggunaanya, lalu tahapan pemakaian. Tahapan Penelitian dilakukan melalui tahapan : Menempuh Prosedur Administrasif, Melakukan Pengumpulan Data, Melakukan Pengolahan data dan Melakukan analisis data. Metode penelitian yang di gunakan adalah kwalitatif. Luaran yang di harapkan adalah Memperoleh sebuah data deskriftif dan
inferesnsial dari penelitian dimaksud serta Menghasilkan laporan kegiatan Penelitain yang diserahkan dan disetujui oleh LPPM Universitas Bale Bandung dan diarsipkan di program studi ilmu keperawatan sebagai bukti terlaksananya
Penelitian Dosen.

Kata Kunci : Remaja, penyalahgunaan obat, narkoba

KLIK DISINI untuk mengunduh