Pola Perilaku Masyarakat di Lingkungan Kawasan Industri di Desa Bojongmanggu Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung

Tina Soviani. B1A160003. Program Studi Pendidikan Geografi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2020.

ABSTRAK

“Pola Perilaku Masyarakat Dilingkungan Kawasan Industri Di Desa Bojongmanggu Kecamatan Pameungpeuk” Tina Soviani, Saeful Gunawan, Ikeu Rasmilah.

Latar belakang dari penelitian ini adalah kawasan industri telah menjadikan perubahan stuktur masyarakat yang awalnya bekerja dalam sektor pertanian beralih mata pencaharian ke sektor industri. Hal ini berimplikasi pada perubahan pola hidup, perilaku, cara berfikir dan perubahan lainnya. Di Desa Bojongmanggu, dampak yang ditimbulkan dari hadirnya industri telah merubah pola kehidupan masyarakat terutama perubahan perilaku sosial dan ekonomi. Rumusan masalahnya adalah bagaimana perubahan perilaku masyarakat dalam kehidupan sosial di lingkungan kawasan industri di Desa Bojongmanggu Kecamatan Pameungpeuk dan bagaimana perubahan perilaku masyarakat dalam kehidupan ekonomi di lingkungan kawasan industri di Desa Bojongmanggu Kecamatan Pameungpeuk.

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis gambaran tentang pola perilaku masyarakat di  lingkungan kawasan indusrti Desa Bojongmanggu Kecamatan Pameungpeuk dari segi sosial dan ekonomi.Metode yang diambil untuk penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus Persentase. Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat yang berada dan karyawan yang bekerja sebagai karyawan industri Desa Bojongmanggu Kecamatan Pameungpeuk. Sedangkan sampel dari penelitian ini berjumlah 71 orang.

Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa dengan adanya kawasan industri menimbulkan pola perilaku masyarakat yang konsumtif dan kurang berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong. Karena telah masuknya kawasan industri otomatis terbukanya peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Kemudian pekerja pabrik selain mendapatkan gaji pokok, mendapatkan juga penghasilan kerja lembur serta kebijakan-kebijakan lain dari pabrik yang menguntungkan. Sehingga dengan adanya kemudahan tersebut memberikan peluang pekerja untuk berperilaku konsumtif.

Simpulannya adalah dengan adanya kawasan industri, masyarakat cenderung memiliki pola perilaku yang konsumtif dan apatis. Sarannya adalah untuk Kepala Desa, Dusun dan Ketua Rt/Rw setempat harus lebih aktif dan berinisiatif menggerakan masyarakat untuk saling peduli serta mau berpartisipasi langsung untuk membantu kepada warga atau tetangga yang sedang membutuhkan pertolongan baik berupa bantuan tenaga atau materi. Sedangkan untuk masyarakat seharusnya menyadari bahwa pentingnya gotong royong sebagai bentuk solidaritas dan kerukunan antar masyarakat.

Kata kunci : Industi, perubahan perilaku sosial dan ekonomi.