Penggunaan Teknik Kata Selingkung Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Bebas (Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas X SMA Kp 3 Paseh Tahun Pelajaran 2018/2019 )

Firman Huda. B1C150002. Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bale Bandung. 2019.

ABSTRAK

Puisi adalah salah satu karya sastra yang kehadirannya wajib untuk disyukuri, karena dengan
puisi para penulis bisa memiliki kesempatan untuk menuangkan aspirasi, opini, serta
perasaannya kedalam suatu tulisan. Selain itu penulis puisi juga memiliki kesempatan untuk
dikenal oleh khalayak ramai dengan apa yang mereka tulis. Namun, pada zaman sekarang sangat
sedikit orang atau komunitas yang menyukai puisi, hingga tidak ada generasi penerus yang bisa
mengajarkan cara melestarikan dan cara membuat puisi yang benar. Hal itu dapat kita temui dari
sulitnya siswa membuat suatu puisi pada saat guru sedang memberikan tugas untuk membuat
puisi. Pada hasil observasi awal kesulitan siswa pada saat menulis puisi adalah keterbatasan
mereka dalam pembendaharaan kosa kata. Hal itulah yang melatarbelakangi Penelitian Tindakan
kelas yang peneliti lakukan dengan menggunakan materi puisi dan teknik kata selingkung
sebagai solusi atas setiap masalah yang siswa alami saat menulis puisi bebas. Dengan penelitian
ini penulis berharap teknin yang dipadupadankan dengan puisi ini bisa meningkatkan
ketertarikan dan kemampuan para siswa dalam menulis puisi, karena menurut penulis, puisi
adalah suatu kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Dengan adannya penelitian ini penulis
berharap terutamanya untuk siswa siswi yang telah menjadi subjek penelitian mempunyai
kelebihan dalam hal menulis puisi dan penulis berharap salah satu diantara siswa SMA KP 3
Paseh yang mengikuti penelitian ini mampu mengembangkan kemampuan menulis puisinya dan
dapat dikenal luas karena tulisan-tulisan serta opininya. Pada pelaksanaannya, penelitian ini
dapat diterima oleh para siswa yang dapat dilihat dari antusiasnya siswa dalam mengerjakan
tugas yang diberikan oleh peneliti, selain itu pada setiap siklus pelaksanaannya para siswa
memperlihatkan peningkatan yang signifikan, pada kegiatan pra siklus kemempuan para siswa
berada di bawah kkm lalu mengalami peningkatan pada siklus 1 meski tidak semua berhasil
melewati baras kkm dan pada siklus 2 para siswa berhasil melewati batas kkm.